Struktur Teks Negosiasi: Ciri, Contoh, Kaidah Kebahasaan, Jenis

6 min read

Pengertian Teks Negosiasi

Dalam membuat sebuah teks negosiasi, maka kita harus memperhatikan struktur dari teks negosiasi itu sendiri. Karena struktur merupakan bagian-bagian yang menyusunnya agar menjadi sebuah teks yang utuh.

Selain itu, struktur teks negosiasi juga menjadi pembeda antara dirinya dengan teks jenis lain. Tapi sebelum itu, apakah kita semua sudah paham tentang apa itu teks negosiasi? Maka dari itu, mari kita mulai pembahasan kali ini dengan pengertian, ciri, struktur, jenis hingga contohnya.

 

Pengertian Teks Negosiasi

Apa Itu Teks Negosiasi

Negosiasi sendiri dapat diartikan sebagai suatu bentuk interaksi antara pihak-pihak yang punya kepentingan berbeda untuk mencapai suatu kesepakatan bersama. Sehingga dihasilkan kesepakatan yang dapat diterima dan dianggap memberikan keuntungan bagi pihak yang terlibat.

Tujuan utama dari sebuah negosiasi adalah untuk mencapai sebuah kesepakatan. Dimana hal tersebut akan diperoleh melalui serangkaian dialog antar pihak terkait demi mengurangi perbedaan kepentingan yang ada. Sehingga hasilnya pun harus mendapatkan persetujuan dari kedua pihak.

Jadi teks negosiasi merupakan teks yang isinya dialog oleh pihak-pihak yang sedang bernegosiasi. Yang mana di dalamnya terdapat proses untuk mencapai sebuah kesepakatan yang mampu diterima oleh kedua belah pihak.

 

 

Tujuan Negosiasi

Tujuan Negosiasi

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, bahwa tujuan utama dari adanya negosiasi adalah untuk mencapai sebuah kesepakatan yang menjadi jalan tengah dari suatu masalah. Namun ada juga beberapa tujuan dan fungsi negosiasi lainnya, sebagai berikut :

  • Untuk mencapai sebuah kesepakatan antara pihak-pihak yang terlibat.
  • Untuk mencapai sebuah kondisi yang saling menguntungkan pihak dengan kepentingan yang berbeda. Bisa dibilang sebagai sebuah win-win solution bagi kedua pihak.
  • Untuk mencari jalan keluar atau solusi dari sebuah masalah antara pihak terkait.

 

 

Ciri Ciri Teks Negosiasi

Ciri Teks Negosiasi

Seperti teks jenis lainnya, teks negosiasi juga punya beberapa ciri, diantaranya :

  • Akan menghasilkan sebuah kesepakatan.
  • Melibatkan setidaknya 2 pihak dalam negosiasi.
  • Hasil akhir umumnya akan menguntungkan kedua belah pihak.
  • Cara untuk mencari solusi atau jalan tengah dari suatu masalah.
  • Merupakan jalan menuju sebuah tujuan praktis.
  • Dilaksanakan demi kepentingan bersama.
  • Berkaitan dengan suatu hal yang belum terjadi.

 

 

Unsur Unsur Negosiasi

Unsur Teks Negosiasi

Sebuah negosiasi tidak akan terjadi tanpa pemenuhan unsur-unsur yang dibutuhkan. Apa saja unsur-unsur yang harus ada dalam sebuah proses negosiasi?

 

1. Adanya Partisipan

Partisipan yang dimaksud adalah pihak-pihak yang terkait dalam proses negosiasi tersebut. Umumnya akan diikuti oleh 2 pihak yaitu yang melakukan permintaan dan juga penawaran. Kadang ada juga pihak ketiga yang menjadi penengah sekaligus mediator.

 

2. Adanya Penawaran

Dimana terdapat sebuah penawaran dari salah satu pihak tentang sebuah barang atau jasa. Biasanya diikuti dengan detail rinci dari produk tersebut berupa kelebihan serta harganya.

 

3. Perbedaan Kepentingan

Proses negosiasi ini terjadi karena adanya perbedaan kepentingan dari pihak yang terlibat. Sehingga mereka melakukan negosiasi demi memperkecil perbedaan yang ada dan menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima bersama.

 

4. Adanya Persetujuan

Jika kedua belah pihak telah mencapai persetujuan maka akan terjadi kesepakatan. Sebuah hasil akhir yang dianggap menjadi jalan keluar atau solusi dari masalah kedua pihak tersebut.

 

5. Tak Ada Kesepakatan, Tak Ada Negosiasi

Tujuan utama dari sebuah negosiasi adalah untuk mencapai sebuah kesepakatan. Jadi apabila kedua belah pihak tidak dapat mencapainya, maka proses negosiasi akan dianggap gagal.

 

 

Struktur Teks Negosiasi

Struktur Teks Negosiasi

Dalam teks negosiasi, ada setidaknya 7 bagian/struktur yang menjadi sebuah satu kesatuan, diantaranya :

 

1. Orientasi

Merupakan bagian pembuka yang biasanya diisi dengan ucapan salam untuk memulai proses negosiasi yang akan berjalan.

 

2. Permintaan

Bagian selanjutnya adalah permintaan produk baik berupa barang atau jasa akan dibeli oleh konsumen.

 

3. Pemenuhan

Merupakan bentuk kesanggupan dari si penjual untuk memenuhi barang/jasa yang dibutuhkan oleh si pembeli/konsumen. Jika tidak bisa memenuhi dan tidak ada alternatif lain, maka negosiasi akan gagal.

 

4. Penawaran

Adalah bagian utama dari proses negosiasi. Dimana kedua belah pihak akan melakukan proses tawar menawar. Sehingga nantinya bertemu pada sebuah kesepakatan yang disetujui.

 

5. Persetujuan

Munculnya sebuah kesepakatan antara kedua pihak yang bernegosiasi. Dimana hasilnya merupakan suatu jalan tengah yang diterima dan dianggap menguntungkan semua pihak.

 

6. Pembelian

Sebuah keputusan dari konsumen apakah akan setuju untuk melakukan pembelian barang/jasa dari penjual.

 

7. Penutup

Bagian akhir yang menjadi penutup proses negosiasi bisa berupa ucapan salam ataupun ucapan terima kasih.

 

 

Jenis Teks Negosiasi

Jenis Teks Negosiasi

Jika dilihat dalam prakteknya, negosiasi pun bisa dibedakan menjadi beberapa jenis. Dapat berdasarkan situasi terjadinya. jumlah pihak ataupun kondisi dari hasil negosiasinya.

 

1. Berdasarkan Situasi

 

  • Negosiasi Formal

Adalah bentuk negosiasi yang terjadi secara formal. Dimana umumnya ada hitam diatas putih sebagai bentuk kesepakatan antara kedua pihak. Jadi jika ada pihak yang melanggar maka bisa dituntut di depan hukum. Contohnya negosiasi perjanjian antara 2 perusahaan terkait kerjasama.

 

  • Negosiasi Non Formal

Merupakan aktivitas negosiasi yang bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Artinya dimana pihak-pihak yang berkaitan tidak melakukan janji pertemuan terlebih dahulu. Mereka bertemu secara spontan dan melakukan negosiasi karena masing-masing memiliki kepentingan.
Contohnya seorang ibu-ibu yang pergi ke sebuah pasar. Disana ia menemukan barang yang ingin dibelinya. Maka ibu tersebut pun langsung melakukan negosiasi tawar menawar dengan pedagangnya.

 

2. Berdasarkan Jumlah Negosiator

 

  • Negosiasi Dengan Pihak Penengah

Merupakan aktivitas negosiasi yang mana melihatkan 2 pihak terkait dan seorang mediator sebagai penengah. Tugas dari mediator tersebut adalah membuat keputusan akhir terkait dengan proses negosiasi yang terjadi.

 

  • Negosiasi Tanpa Pihak Penengah

Adalah proses negosiasi yang terjadi antara 2 pihak tanpa adanya pihak lain yang menengahi sebagai mediator. Jadi keputusan akhirnya akan bergantung pada kedua pihak itu saja.

 

3. Berdasarkan Hasil Akhir

 

  • Negosiasi Dominasi

Adalah kondisi dimana hasil negosiasi lebih menguntungkan bagi pihak negosiator.

 

  • Negosiasi Akomodasi

Adalah kondisi saat pihak negosiator mendapatkan keuntungan yang kecil. Bahkan pada beberapa kasus mereka bisa mendapatkan kesepakatan yang merugikan.

 

  • Negosiasi Kolaborasi

Adalah kondisi saat kedua belah pihak berusaha mengurangi perbedaan kepentingan antara mereka. Sehingga mendapatkan sebuah kesepakatan yang dapat menggabungkan kepentingan bersama dan memberikan keuntungan bagi kedua pihak.

 

  • Negosiasi Menghindari Konflik

Adalah kondisi dimana kedua belah pihak berusaha untuk menghindari konflik yang mungkin terjadi. Sehingga tidak ada kesepakatan yang diambil karena tidak adanya titik temu antara keduanya.

 

 

Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi

Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi

Dalam membuat sebuah teks negosiasi, ada beberapa kaidah kebahasaan yang harus diperhatikan, diantaranya :

  • Memakai bahasa yang sopan dan juga santun.
  • Menggunakan ungkapan yang bersifat persuasif (mengajak)
  • Hasil kesepakatan umumnya bersifat menguntungkan bukan merugikan.
  • Argumen dilakukan secara bergantian (tidak bersamaan).
  • Argumen harus didasari dengan fakta dan alasan yang kuat.
  • Tidak boleh menyela argumen dari pihak lawan.

 

 

Contoh Teks Negosiasi

Agar dapat memberikan pemahaman lebih dalam, berikut ini Mastekno berikan contoh teks negosiasi beserta strukturnya yang dapat kalian jadikan referensi.

 

Orientasi
Penjual : Selamat pagi mbak.
Pembeli : Pagi juga mas.
Penjual : Ada yang bisa saya bantu?

Permintaan
Pembeli : Saya ingin membeli sebuah smartphone.
Penjual : Kalau boleh tahu, smartphone yang seperti apa ya?
Pembeli : Pokoknya yang bagus dan canggih mas.
Penjual : Kalau itu tergantung kebutuhan mbak.
Pembeli : Saya ingin yang kameranya bagus mas

Pemenuhan
Penjual : Oh kalau yang seperti itu, saya rekomendasikan merk ini mbak.
Pembeli : Hmm.. ini hasil kameranya bagus ya mas?
Penjual : Tentu saja mbak, bisa dicoba untuk melihat hasilnya.
Pembeli : Selain itu apa kelebihan lainnya mas?
Penjual : Selain hasil fotonya bagus, smartphone ini juga punya memori yang besar sehingga bisa menyimpan banyak file.

Penawaran
Pembeli : Bagus juga ya, kalau boleh tahu harganya berapa mas?
Penjual : Kebetulan kita lagi ada promo untuk produk ini mbak. Harganya hanya sekitar Rp. 2.999.00,00 saja.
Pembeli : Wahh tidak bisa kurang lagi tuh.
Penjual : Itu sudah murah mbak, harga normalnya lebih dari itu.

Persetujuan
Pembeli : Ya sudah, karena saya lihat hasil kameranya bagus jadi saya beli.

Pembelian
Penjual : Baiklah mbak, sebentar saya buatkan notanya dulu.
Pembeli : Iya
Penjual : Ini notanya dengan total pembayaran Rp. 2.999.000,00 + bonus dapat hardcase gratis. Selain itu juga ada garansi 1 tahun ganti baru jika ada kerusakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pembeli : Ok, kalau begitu ini uangnya.

Penutup
Penjual : Saya terima ya mbak uangnya, terima kasih.
Pembeli : Sama-sama.

 

Demikian pembahasan tentang pengertian, ciri-ciri, tujuan, jenis dan struktur teks negosiasi. Semoga penjelasan diatas dapat dipahami dan memberikan ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada kritik, saran atau pertanyaan bisa berkomentar di bawah.


Danang Febriyandra Hey Spongebob, aku tidak bisa mendengarmu! Disini gelap...