Lapisan Bumi: Pengertian, Struktur, Unsur + Gambar

11 min read

lapisan bumi

Bumi merupakan planet bagian dari tata surya yang ada di galaksi Bima Sakti. Planet bumi ini merupakan planet yang ketiga dari susunan planet di tata surya ini. Bumi mempunyai lapisan struktur yang berlapis-lapis sampai ke inti bumi.

Bumi kita ini mempunyai diameter sepanjang 7.926 mill dan mempunyai setidaknya 4 lapisan yang menjadi penyusun bumi yang sekarang kita tinggali. Planet bumi ini mempunyai 4 lapisan, yaitu kerak bumi, selimut bumi, inti luar, dan inti dalam.

Selain mempunyai struktur lapisan yang mengarah ke bawah, bumi juga mempunyai struktur lapisan yang ke atas yang sering kita sebut dengan lapisan atmosfer. Lapisan atmosfer bumi terdiri dari 5 lapisan, yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer.

Berikut adalah penjelasan tentang pengertian lapisan bumi beserta struktur, unsur dan juga gambar-gambarnya. Selain itu kami juga akan menjelaskan tentang lapisan atmosfer yang ada di bumi dan strukturnya.

 

Pengertian Lapisan Bumi

Bumi adalah planet yang ada di tata surya yang berevolusi mengelilingi matahari. Bumi berbentuk oval seperti bola yang ditekan di bagian atas dan bawah (Kutub). Jadi terbentuklah sebuah tonjolan di bagian terluar bumi yang kita kenal dengan garis khatulistiwa.

Bumi juga termasuk dalam planet dalam atau planet terestial. Dimana planet dalam ini adalah planet yang mempunyai jarak paling dekat dengan matahari setelah planet venus dan merkurius.

Selain mempunyai struktur lapisan bumi yang terdiri dari lapisan atas (tersusun dari sekumpulan gas). Bumi kita kita ini juga mempunyai lapisan bawah dimana kita berdiri dan berpijak sampai ke inti dalam bumi.

 

 

Struktur Lapisan Bumi

struktur lapisan bumi

Seperti yang sudah kami jelaskan di atas tadi bahwa lapisan bumi ini mempunyai karakteristik dan struktur yang terdiri dari kerak bumi, selimut bumi, dan inti bumi (bagian luar dan bagian dalam). Berikut adalah penjelasan tentang lapisan-lapisan bumi tersebut.

 

Kerak Bumi

kerak bumi

Kerak bumi (crush) adalah struktur bumi yang berada di bagian paling luar planet bumi. Pada lapisan inilah manusia, hewan, dan juga tumbuhan bisa hidup. Ketebalan dari lapisan kerak bumi ini adalah 5-70 Km. Lapisan serta struktur kerak bumi terdiri atas bebatuan sedimen, beku, dan metamorf.

Buka cuma ada bebatuan saja pada lapisan kerak bumi ini. Ada juga banyak gas pembentuk bumi pada lapisan ini. Diantaranya adalah gas oksigen sebanyak 46,6%. Selain gas oksigen ini, ada juga struktur kimia lain yang membentuk kerak bumi, yaitu:

  • Silikon sebesar 27,7%;
  • Aluminium sebesar 8,1%;
  • Besi sebesar 5,0%;
  • Kalsium sebesar 3,6%;
  • Natrium sebesar 2,8%; K
  • alium sebesar 2,6%; dan
  • Magnesium sebesar 2,1%

Dengan struktur dari lapisan bumi tersebut bisa kita temui dalam kandungan batu-batuan yang ada di seluruh dunia. Bukan cuma itu saja, pada lapisan bumi juga mempunyai suhu yang bermacam-macam.

Ada yang memiliki suhu di bawah 0ºC yang bisa kita temui di daerah kutub dan ada juga yang suhunya mencapai 1.100ºC yang merupakan perbatasan antara kerak bumi dengan mantel bumi.

Karena ketebalan lapisan yang berbeda-beda ini, maka struktur kerak bumi dibagi menjadi dua jenis ketebalan, yaitu kerak benua dan kerak samudera. Kerak benua adalah kerak bumi yang tebalnya sampai dengan 70 Km.

Rata-rata ketebalan kerak benua adalah 35 Km, kerak ini juga sering disebut lapisan garanitis karena lapisan penyusun dari kerak bumi ini adalah bebatuan granit.

Sedangkan kerak samudera adalah lapisan paling tipis dari kerak bumi yang ketebalannya 5-15 Km saja. Kerak samudera ini sering disebut lapisan basaltis karena lapisan ini banyak mengandung batuan basalt.

 

1 Batuan Pembentuk Kerak Bumi

Struktur lapisan bumi terdiri dari tiga jenis bebatuan yang paling banyak ditemui dan didapat oleh peneliti sebagai pembentuk dari kerak bumi dan juga pembatas antara kerak bumi dengan mantel bumi. Berikut ini adalah batuan pembentuk kerak bumi dan penjelasannya.

 

2. Batuan beku

Batuan beku adalah batuan yang merupakan struktur bumi yang disebabkan pembekuan oleh cairan magma dalam perjalannya ke bumi. Dalam proses pembekuan ini dibagi menjadi 3 jenis batuan beku berdasarkan dari cepat lambatnya proses magma membeku saat di permukaan bumi, yaitu:

  • Batuan beku dalam, yaitu batuan beku yang membeku di dalam kulit bumi dan membentuk kristal yang besar seperti granit.
  • Batuan beku luar, sering disebut batu leleran yaitu batuan beku yang membeku di luar kulit bumi dan membentuk kristal kecil-kecil, contohnya batu apung.
  • Batuan korok, yaitu batuan beku yang membeku di dalam korok atau gang-gang yang ada di permukaan. Proses pembekuan ini lebih cepat dari batuan beku akan membentuk batuan seperti batu fosfir.

 

3. Batuan sediman (endapan)

Sama seperti namanya, batuan sedimen atau endapan ini adalah salah satu material yang membentuk struktur lapisan bumi yang berikutnya. Batuan ini adalah batuan yang terbentuk dari berbagai macam jenis batuan lapuk atau hancur.

Dengan butiran pelapukan batu yang menumpuk in dan berlapis-lapis selama bertahun-tahun dan juga diserta adanya tekanan. Membuat terjadi pemadatan batuan menjadi batuan sedimentasi yang biasanya terdiri dari pasir, lapisan batuan kecil, dan jenis-jenis batuan lainnya.

 

4. Batuan metamorf (malihan)

Batuan metamorf atau malihan adalah perubahan lanjutan dari batuan beku atau batuan sedimen dalam struktur bumi. Karena perubahan suhu, ekosistem dan tekanan yang ada di sekitar batuan tersebut membuat batuan berubah sesuai keadaan lingkungan dari batuan tersebut.

Ada beberapa jenis batuan metamorf atau malihan, diantaranya adalah:

  • Batuan metamorf termal, yaitu batuan malihan yang ada di sekitar gunung berapi dimana batuan tersebut bersentuhan dengan magma. Hal ini membuat bantuan tersebut seperti marmer.
  • Batuan metamorf kataklastik, yaitu batuan metamorf yang terbentuk karena adanya tekanan yang besar sehingga membuat batu tersebut seperti batu filit.
  • Batuan metamorf dinamo-termal, yaitu batuan metamorf yang berubah karena tekanan dan juga suhu yang tinggi. Hal ini membuatnya berubah menjadi batuan genes, amfibolit.

 

Selimut Bumi

selimut bumi

Lapisan yang selanjutnya dari struktur bumi adalah selimut bumi atau mantel bumi. Lapisan selimut bumi ini adalah lapisan yang paling tebal dan mempunyai kandungan magama yang sering kita jumpai saat terjadi erupsi dan gunung meletus pada gunung berapi.

Ketebalan dari lapisan ini mencapai 2.900 km, struktur lapisan mantel bumi terdiri dari kandungan besi magnesium, aluminium, silikon, kalium, dan oksigen. Selain mempunyai ketebalan yang paling tebal dalam struktur lapisan bumi, lapisan ini juga sangat panas.

Suhu atau panas dari lapisan mantel bumi ini bisa mencapai 3.000ºC. Lapisan mantel bumi ini juga bisa dibagi menjadi dua lapisan, yaitu:

  • Mantel bumi atas, yaitu mantel bumi yang ada setelah kerak bumi yang berada di kedalam sekitar 400 km. Selain itu pada lapisan ini juga bersifat plastis sampai semi plastis yang disebabkan suhu dan juga tekanan pada lapisan bumi ini mengalami kesetimbangan.
  • Mantel bumi bawah, yaitu struktur lapisan bumi yang ada pada kedalaman bumi 2900 km sampai dengan mencapai perbatasan inti bumi.

 

Inti Bumi bagian Luar

inti bumi luar

Struktur bumi  yang selanjutnya adalah inti bumi, inti bumi atau core ini adalah bagian yang paling dalam dari lapisan bumi ke bawah. Ketebalan dari lapisan inti bagian luar ini adalah 2.000 km dan mempunyai kepadatan yang sangat padat.

Lapisan ini terdiri dari bahan nikel dan besi yang sangat panas dan cair. Pada lapisan inti bumi bagian luar ini suhunya bisa mencapai 2000ºC. Selain itu pada lapisan in juga digunakan sebagai pengarah kompas magnetik oleh para peneliti.

 

Inti Bumi bagian Dalam

inti bumi dalam

Inti bumi ada dua lapis, yaitu bagian luar atau out core dan inti bumi bagian dalam atau inner core. Bagian ini merupakan pusat yang terdalam dari inti bumi dengan kedalaman yang mencapai 5200 km dari kerak bumi.

Dengan diameter dalam bumi yang seperti bola ini mencapai 2700 km dan memiliki suhu yang sangat panas, yaitu mencapai 4500ºC atau lebih.

Para peneliti dan ahli geofisika berpendapat bahwa inti bumi dalam struktur lapisan bumi ini mempunyai material yang mirip seperti meteorit logam yang tersusun dari nikel dan besi.

Jadi para peneliti mengambil hipotesis bahwa inti bumi kita ini tersusun dari material yang bersifat keras atau pejal dan ditutupi oleh struktur cairan kenal dengan suhu yang sangat panas.

 

 

Lapisan Atmosfer

Atmosfer adalah salah satu lapisan penyusun bui yang terdiri dari gas yang menutupi semua permukaan bumi. Lapisan ini membentang sejauh ratusan kilometer ke atas dan dengan setiap tingkatan atmosfer ini mempunyai kerapatan gasnya sendiri.

Jadi semakin ke atas, oksigen yang ada semakin menipis dan kerapatan suhunya juga semakin rendah. Hal ini bisa dibuktikan bahwa kalian akan sulit bernafas jika berada di ketinggian yang tinggi seperti gunung maka kalian akan sulit bernafas.

 

 

Susunan Lapisan Atmosfer

susunan atmosfer bumi

Berdasarkan penjelasan dari para ahli, lapisan atmosfer ini dibagi menjadi dua yaitu lapisan atmosfer bagian bawah yang dimulai dari permukaan bumi sampai di ketinggian sekitar 50 km. Pada bagian ini digunakan para ahli untuk mempelajari meteorologi dan juga geofisika..

Lapisan yang kedua adalah lapisan atmosfer bagian atas, dimulai dari 50 km ke atas sampai lapisan atmosfer teratas. Di bagian ini para ahli menggunakannya untuk mempelajari astronomi dan juga penerbangan.

Berdasarkan dari sifat fisik yang dimilikinya, lapisan atmosfer bumi ini dibedakan atau dibagi menjadi 5 lapisan. Berikut ini adalah lapisan-lapisan atmosfer bumi beserta penjelasannya.

 

1. Lapisan Troposfer

troposfer

Lapisan atmosfer yang pertama adalah troposfer. Lapisan ini adalah lapisan atmosfer yang pertama dan yang paling bawah. Lapisan ini adalah bagian lapisan udara bumi yang makhluk hidup tinggali di lapisan bumi ini. Berikut adalah ciri-ciri lapisan troposfer, yaitu:

  • Ketinggian rata-rata lapisan ini adalah 11 km sampai dengan lapisan perbatasan 50 km.
  • Temperatur kenaikan pada lapisan ini rata-ratanya adalah 15ºC di permukaan laut dan menurun sampai dengan -56ºC seiring dengan kenaikan ketinggian.

Lapisan troposfer ini biasanya terdiri dari gas poliatomik yang mempunyai densitas tergolong besar. Gas oksigen, rumah kaca, dan nitrogen mendominasi di lapisan troposfer ini.

Selain itu adanya variabel gas seperti uap air, awan, hujan dan sebagainya sangat berpengaruh terhadap fenomena yang terjadi pada lapisan troposfer.

Urutan lapisan bumi yang satu ini mempunyai manfaat untuk menjaga suhu di atmosfer supaya stabil dan bisa menopang kehidupan yang ada pada lapisan troposfer. Dengan menjaga suhu pada lapisan ini akan membuat reaksi biokimia berjalan dengan lancar.

 

2. Lapisan Stratosfer

stratosfer

Urutan dari lapisan bumi yang kedua adalah stratosfer. Lapisan ini adalah lapisan pada atmosfer tempat dimana pesawat biasanya melakukan tindakan mengudara . berikut adalah ciri-ciri lapisan stratosfer pada atmosfer, yaitu:

  • Ketinggian rata-rata lapisan ini adalah 11 km – 50 km.
  • Suhu rata-rata akan mengalami penurunan temperatur mulai dari -2ºC sampai dengan -56ºC di bagian atas statosfer. Hal ini karena penyerapan radiasi sinar UV oleh ozon pada lapisan atmosfer.
  • Menjadi lapisan yang membatasi atau transisi antara stratosfer dengan mesosfer.

Lapisan stratosfer ini bisa dibagi menjadi dua lapisan, yaitu lapisan atas yang sebagai proses membentuk ozon dan di lapisan stratosfer ini terjadi penyerapan sinar UV yang mempunyai kadar tinggi karena banyak molekul poliatomiknya.

Lapisan yang selanjutnya adalah stratosfer bawah yang berbatasan dengan lapisan troposfer. Pada lapisan ini dilakukan pemecahan ozon untuk menyerap sinar UV yang lebih rendah dan untuk meradiasikan IR yang rendah juga.

Urutan lapisan stratosfer ini mempunyai banyak manfaat dan fungsi yang berguna untuk melindungi permukaan bumi atau lapisan di bawahnya yaitu troposfer dari sinar UV yang berlebihan. Hal ini karena sinar UV yang sampai di bui dengan kadar yang ideal akan bermanfaat.

Jadi dengan adanya lapisan stratosfer ini yang menyaring sinar UV supaya bisa dimanfaatkan oleh makhluk hidup di permukaan bumi.

Baca Juga : Pemanasan Global Lengkap

 

3. Lapisan Mesosfer

Lapisan mesosfer adalah lapisan ketiga dalam atmosfer setelah troposfer dan stratosfer. Lapisan ini merupakan salah satu dari kelima lapisan yang ada di atmosfer. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri lapisan mesosfer, diantarnaya adalah:

  • Mempunyai ketinggian rata-rata 50 km – 85 km dari atas permukaan bumi.
  • Mengalami penurunan suhu -2ºC sampai dengan -92ºC di bagian yang paling atas lapisan mesosfer.
  • Merupakan lapisan dimana fenomena aurora terjadi karena proses ionisasi kumpulan gas pada lapisan ini.

Pada lapisan mesosfer ini juga terjadi konsentrasi ozon yang mengalami penurunan sangat besar terjadi saat altitude mengalami kenaikan. Hal ini membuat penyerapan sinar UV yang terserap sangat sedikit.

 

4. Lapisan Termosfer

termosfer

Termosfer merupakan lapisan bumi keempat dari urutan atmosfer yang ada di bumi. Lapisan ini mempunyai ketinggian 86 km sampai dengan 500 km. Termosfer ini terdiri dari lapisan gas yang mempunyai kerapatan sangat rendah.

Temperatur pada lapisan ini juga bisa naik sampai dengan 1200ºC. Kenaikan pada lapisan ini disebabkan karena penyerapan radiasi dengan panjang gelombang sampai <200nm.

Pada lapisan atmosfer ini juga terjadi proses ionisasi partikel yang bisa menjadi jalur perambatan gelombang radio. Bukan cuma itu saja, molegus oksigen mengalami reaksi disosiasi dengan energi UV gelombang pendek.

Sehingga akan bertindak sebagai emmiter IR yang membuat kelangkaan molekul poliatomik yang membuat emisi IR berubah menjadi rendah.

 

5. Lapisan Eksosfer

eksosfer

Eksosfer adalah lapisan terakhir dalam urutan atmosfer bumi. Lapisan ini adalah lapisan yang menyelimuti bumi di bagian terluar dengan ketinggian yang mencapai 1000 km. Dalam lapisan ini terjadi gerakan atom yang tidak beraturan.

Lapisan ini juga menjadi lapisan yang paling panas dalam lapisan atmosfer, ketinggiannya sampai 3150 km di atas permukaan bumi.

Dengan suhu yang panas pada lapisan eksosfer, lapisan ini menjadi pelindung bumi pertama saat terjadi benturan dengan meteor, asteroit, dan benda-benda luar angkasa lain yang memasuki orbit di bumi.

Dengan adanya lapisan ini benda langit tersebut akan hancur karena berbenturan dengan atmosfer bumi.

Baca Juga : Pengertian Geografi Lengkap

 

 

Unsur Struktur Bumi

Bumi kita ini tersusun atas berbagai lapisan, yaitu lapisan bumi ke bawah dan juga ke atas. Dan lapisan struktur bumi ini tersusun atas berbagai unsur material. Berikut ini adalah unsur struktur bumi yang kita tinggal.

 

1. Batuan

Bumi yang kita tinggali ini tersusun atas berbagai jenis batuan sehingga batuan ini umumnya membentuk berbagai mineral yang bergabung dengan cara vulkanik.

Peristiwa ini disebabkan karena antara satu dengan lainnya tidak berhubungan dan juga tidak tersusun satu material saja karena adanya gabungan dari mineral-mineral bahan organik.

 

2. Batuan Beku

Batuan beku ini mempunyai struktur kristalin dengan tekstur yang bermacam-macam. Batuan beku adalah batuan yang terjadi karena pembekuan materi yang asalnya dari dalam bumi.

Baca Juga : 7 Lapisan Atmosfer Lengkap

 

3. Batuan Beku Dalam

Batuan beku ini adalah salah satu bentuk batuan intrusi atau plutonis sehingga terbentuk dari magma yang panas dan membeku pada saat bergerak ke permukaan bumi sehingga di atenosfer dan pendinginannya berlangsung sangat lambat.

 

Nah itulah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kalian tentang struktur lapisan bumi beserta pengertian, lapisan-lapisan, unsur dan gambarnya. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan menambah pengetahuan kalian.

Demikian apa yang bisa kami sampaikan, jika ada kesalahan kata dan informasi yang kurang tepat mohon koreksi di kolom komentar. Jika masih bingung dan ada yang ingin ditanyakan silahkan komen di bawah, terima kasih.


Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~