Iman Kepada Allah: Pengertian, Dalil, Fungsi dan Cara Iman Kepada Allah

10 min read

iman kepada allah

Bicara tentang “Iman”, dalam agama Islam mempunyai 6 rukun Iman yang harus kita ketahui dan benar-benar kita amalkan. Keenam rukun iman tersebut adalah pertama Iman kepada Allah, kemudian Iman kepada Malaikat, Iman kepada Kita-Kitab Allah, Iman kepada Rasul Allah, Iman kepada Hari Akhir, Iman kepada Qada dan Qadar.

Tentu kalian sudah tidak asing lagi dengan rukun iman karena memang materi tentang rukun iman sudah diajarkan sejak SD sampai dengan sekolah menengah atas. Bahkan jika kalian tidak paham pasti tahulah rukun iman itu apa saja.

Iman kepada Allah merupakan rukun iman yang pertama, jadi pertama-tama kita harus beriman kepada Allah. Nah tentu diantara kalian masih ada beberapa yang tidak tahu atau belum paham tentang apa itu beriman kepada Allah.

Kalian tidak perlu khawatir, karena pada kesempatan kali ini mastekno akan menjelaskan tentang pengertian iman kepada Allah, jadi kalian tidak perlu khawatir. Selain itu kami juga akan menjelaskan tentang fungsi beriman kepada Allah, sifat-siatnya, contoh dan cara beriman kepada Allah.

Bukan cuma itu saja, ada juga dalil naqli iman kepada Allah untuk memperkuat kebenaran informasi ini dan untuk memudahkan kalian memahami tentang iman kepada Allah. Langsung saja berikut adalah pembahasannya.

 

Pengertian Iman kepada Allah

pengertian iman kepada allah

Dalam bahasa Arab pengertian Iman adalah percaya, secara istilah iman adalah membenarkan dengan hari, mengucap dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan kita.

Jadi dari sini bisa kita simpulkan bahwa pengertian iman kepada Allah adalah membenarkan dengan sepenuh hati bahwa Allah itu ada dengan semua sifat agung dan kesempurnaan yang dimiliki-Nya, kemudian mengucap secara lisan dan membuktikan dengan amal perbuatan di dunia secara nyata.

Iman seseorang bisa dikatakan bagus jika salah satunya adalah beriman kepada Allah yang mencakup 3 aspek tersebut. Unsur iman sendiri merupakan sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Berikut ini adalah dalil naqli Iman kepada Allah, dalil berikut ini memperkuat penjelasan yang sudah kami sampaikan di atas. Dalil tersebut ada pada Qs. Al Baqarah ayat 136, berikut adalah surat dan artinya.

dalil iman kepada allah

Artinya: “Dan Tuhan itu, Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang.” (QS. al-Baqarah : 163).

 

 

Fungsi Iman Kepada Allah

fungsi iman kepada allah

Dengan beriman kepada Allah kita akan mendapatkan banyak sekali manfaat dan kita tidak akan dirugikan sama sekali. Nah berikut ini adalah fungsi beriman kepada Allah yang harus kalian ketahui sehingga semakin meningkatkan iman kalian kepada Allah, berikut adalah fungsinya.

 

Menambah Keyakinan

Kita semua umat muslim tahu bahwa Allah SWT adalah yang menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini dan membuat kita bisa hidup sampai sekarang ini. Oleh karena itulah kita harus semakin yakin dan bersyukur kepada Allah atas segala hal yang sudah diberikan kepada kita.

 

Menambah Ketaatan

Dengan beriman kepada Allah SWT juga akan menambah ketaatan kita kepada Allah. Beriman kepada Allah bisa menjadi acuan untuk taat dan patuh menjalani segala sesuatu yang diperintahkan oleh Allah dan menjauhi segala sesuatu yang dilarang oleh Allah. Hal ini juga akan membuat hati tentram.

 

Menyelamatkan Hidup di Dunia dan Akhirat

Dengan beriman kepada Allah kita juga akan terselamatkan dari kiamat nanti. Selain itu juga akan menyelamatkan kita saat hidup di dunia. Allah berfirman dalam surat Al Mukminin yang artinya,

“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)”

 

Mendatangkan Keuntungan dan Kebahagiaan Hidup

Manusia yang beriman sepenuh hati kepada Allah akan membuat hidup mereka menjadi tentram. Banyak orang yang bergelimangan harta dan hidup berkecukupan namun mereka tidak merasa tentram karena tidak beriman kepada Allah.

Hidup tentunya akan menjadi lebih bahagia jika hati tentram dan permasalahan yang ada akan menjadi lebih mudah diselesaikan karena Allah membantu kita.

 

 

Sifat Wajib Bagi Alah

sifat sifat wajib allah

Sebagai umat muslim yang beriman kepada Allah, selain harus mengetahui dan memahami fungsi beriman kepada Allah, kita juga harus mengetahui dan memahami sifat-sifat apa saja yang dimiliki wajib bagi Allah. Berikut ini adalah beberapa sifat wajib yang dimiliki oleh Allah.

 

Wujud

Sifat wajib pertama miliki Allah adalah wujud yang artinya adalah ada. Maksudnya di sini, Allah adalah Dzat yang sudah pasti ada, Dia berdiri sendiri, tidak diciptakan oleh siapa pun dan juga tidak ada Tuhan selain Allah. Semua benda yang ada di bumi diciptakan oleh Allah dan bukan oleh makhluk lain.

 

Qidam

Sifat wajib yang kedua adalah qidam yang artinya awal atau terdahulu. Allah adalah sang pencipta yang menciptakan alam semesta beserta dengan isi-isinya. Maksudnya di sini adalah Allah sudah ada lebih dulu dibandingkan apa yang telah Dia ciptakan.

 

Baqa’

Baqa’ merupakan sifat wajib Allah yang artinya adalah Kekal. Allah tidak akan punah, tidak binasa atau mati. Allah akan tetap ada selamanya, hal ini dijelaskan dalam Qs. Al-Qasas ayat 88 dan Qs. Ar-Rahman ayat 26  dan 27.

 

Mukholafatul Lilhawaditsi

Mukholafatul Lilhawaditsi artinya adalah berbeda dengan makhluk yang diciptakan-Nya. Sudah pasti Allah berbeda dengan semua makhluk yang Dia ciptakan. Allah adalah Dzat yang Maha Besar dan Sempurna, tidak ada satu pun yang bisa menyerupai dan menandingi keagungan-Nya.

 

Qiyamuhu Binafsihi

Qiyamuhu Binafsihi artinya adalah berdiri sendiri. Maksudnya Allah itu berdiri sendiri, Allah tidak bergantung kepada orang siapa pun atau apa pun dan tidak memerlukan bantuan siapa pun. Allah itu Maha Kaya dan tidak memerlukan sesuatu dari alam semesta yang dibuat-Nya.

 

Lain-Lain

Selain kelima sifat wajib Allah yang sudah kami jelaskan di atas, masih ada banyak sifat wajib Allah yang ada. Namun jika dijelaskan akan sangat panjang, oleh karena itulah akan mastekno sebutkan saja berikut ini.

Sifat wajib Allah yang lain adalah:

  • Wahdaniyah (Tunggal/Esa),
  • Qudrat (Berkuasa),
  • Iradat (Berkehendak),
  • Ilmun (Mengetahui),
  • Hayat (Hidup),
  • Sama’ (Mendengar),
  • Basar (Melihat),
  • Qalam (Berfirman),
  • Qadiran (Berkuasa),
  • Muridan (Berkehendak),
  • ‘Aliman (Mengetahui),
  • Hayyan (hidup),
  • Sami’an (Mendengar),
  • Bashiran (Melihat),
  • Mutakalliman (Berfirman/Berkata).

 

 

Sifat-Sifat Mustahil Allah

sifat sifat mustahil allah

Selain sifat wajib yang dimiliki Allah, ada juga sifat mustahil yang tidak mungkin dimiliki oleh Allah. Berikut ini adalah daftar sifat mustahil yang Allah milik, yaitu:

  • Adam (bisa mati)
  • Huduth (bisa di perbaharui)
  • Fana’ (tidak kekal/mati)
  • Mumatsalatu lil hawaditsi (Menyerupai makhluknya)
  • Qiyamuhu Bighayrihi (Berdiri dengan yang lain)
  • Ta’addud (lebih dari satu)
  • Ajzun (Lemah)
  • Karahah (Terpaksa)
  • Jahlun (Bodoh)
  • Mautun (Mati)
  • Shamamun (Tuli)
  • ‘Umyun (Buta)
  • Bukmun (Bisu)
  • Kaunuhu ‘Ajizan (Zat yang lemah)
  • Kaunuhu Karihan (Zat yang terpaksa)
  • Kaunuhu Jahilan (Zat yang bodoh)
  • Kaunuhu Mayyitan (Zat yang mati)
  • Kaunuhu Asshama (Zat yang tuli)
  • Kaunuhu ‘Ama (Zat yang buta)
  • Kaunuhu Abkama (Zat yang bisu)

 

 

Contoh Perilaku Beriman kepada Allah

contoh perilaku iman kepada Allah

Ada banyak sekali contoh perilaku yang mencerminkan iman kepada Allah yang bisa kita perbuat dalam kegiatan sehari-hari kita. Berikut ini adalah beberapa contoh perilaku beriman kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

  • Melaksanakan sholat wajib tepat waktu. Untuk pria diwajibkan sholat berjamaah di masjid, sedangkan untuk wanita lebih diutamakan sholat di rumah.
  • Menyisihkan sebagian rezeki untuk beramal atau infaq. Sebagai bentuk syukur atas rezeki yang sudah Allah berikan kepada kita, kita harus menyisihkan rezeki kita untuk beramal.
  • Beriman kepada Allah dan meyakini bahwa Allah itu benar-benar ada dengan menjalankan semua perintah yang Allah berikan dan menjauhi segala sesuatu yang Allah larang.
  • Menafkahkan sebagian harta yang kita miliki di saat lapang maupun sempit. Kita harus selalu menafkahkan harta yang kita miliki baik itu pada saat sedang lancar rezekinya, maupun sedang susah semampu kita.
  • Selalu berbuat baik kepada sesama manusia dan menjauhi segala sesuatu yang bisa menimbulkan dosa.
  • Mampu menahan amarah. Kita harus bisa menahan amarah kita jangan sampai kita termakan oleh amarah karena godaan setan.
  • Mampu memaafkan kesalahan orang lain, karena memang sudah sepatutnya manusia untuk saling memaafkan. Orang mau memaafkan kesalahan orang lain adalah orang yang sangat mulia.
  • Melaksanakan perintah yang diberikan Allah yaitu untuk beribadah seperti Sholat, puasa, dzakat, dan sebagainya.
  • Berhenti dari perbuatan yang keji dan tidak mengulangi melakukan perbuatan keji yang dilarang oleh Allah.
  • Mempercayai dengan benar rukun iman yang ada, yaitu iman kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari Kiamat, Qada dan Qadar.

 

 

Cara Beriman kepada Allah dan Dalilnya

cara beriman kepada allah

Beriman kepada Allah adalah salah satu rukun iman yang pertama dan harus diyakini oleh setiap orang muslim. Karena tidak bisa dikatakan bahwa seseorang itu muslim jika dia tidak beriman dan yakin kepada Allah.

Beriman kepada Allah ini bukan cuma hanya diucapkan dalam hati dan perkataan saja, namun juga harus diamalkan. Nah berikut ini sudah mastekno rangkum beberapa cara beriman kepada Allah yang bisa kalian lakukan beserta dalil yang mendukungnya.

 

 

Percaya Tiada Tuhan Selain Allah

Cara yang harus benar-benar kalian lakukan untuk beriman kepada Allah adalah dengan percaya bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan, tidak Tuhan selain Allah. Tidak ada zat lain yang bisa menandingi kekuasaan Allah. Allah berfirman dalam Qs. Al Hajj : 62, yang artinya:

“(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al Hajj: 62)

 

Percaya Kekuasaan dan Kebesaran Allah

Selain harus meyakini dan mempercayai bahwa satu-satunya Tuhan yang berhak di sembah adalah Allah, kita juga harus percaya akan kekuasaan dan kebesaran Allah dalam menciptakan dan mengatur segala sesuatu yang ada. Allah berfirman dalam Qs. Al A’rof : 54 yang artinya,

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al A’rof: 54).

 

Percaya Nama dan Sifat Allah

Tidak ada makhluk yang mempunyai sifat seperti Allah. Hanya Allah yang mempunyai nama dan sifat yang menjadi milik-Nya. Kita harus sepenuhnya percaya dan yakin dengan nama-nama Allah yang baik dan sifat-sifat yang dimiliki Allah. Allah berfirman dalam Qs. Asy Syuuro : 11 yang artinya,

”Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya, dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”(QS. Asy Syuuro: 11)

Selain itu rasulullah juga bersabda,

“Iman terdiri dari 70-an atau 60-an cabang. Cabang yang paling tinggi adalah ucapan Laa ilaaha ilallah, sedangkan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu adalah sebagian dari cabang keimanan.” (HR. Muslim)

 

Percaya Bahwa Rasul adalah Utusan Allah

Bukan cuma harus percaya dengan kekuasaan dan kebesaran Allah, kita juga harus percaya bahwa nabi dan rasul adalah manusia yang dipilih Allah yang di utus untuk membimbing manusia ke jalan yang benar. Allah berfirman dalam Qs. Al Anbiya’ : 25 yang artinya,

” Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku“.” (QS. Al Anbiya’: 25)

 

Menjaga Sholat dan Ibadah Wajib Lain

Cara beriman kepada Allah yang selanjutnya adalah dengan menjalankan sholat dan melaksanakan ibadah wajib lainnya. Kita harus menjaga sholat lima waktu kita dan ibadah  wajib lain yang diperintahkan oleh Allah.

Hal ini juga termasuk dalam tauhid uluhiyah yang juga menjadi cara beriman kepada Allah. Allah berfirman dalam Qs. Al Baqarah : 43 yang artinya,

”Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.” (QS. Al-Baqarah : 43)

 

Memohon Hanya Kepada Allah

Orang yang beriman hanya memohon dan meminta pertolongan kepada Allah saja. Tidak ada makhluk lain yang bisa menolong selain Allah dengan segala Kekuasaan yang dimilikinya. Allah berfirman dalam Qs. Al Fatihah : 4 yang artinya,

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan” (QS. Al-Fatihah: 4).

 

Berbakti Kepada Orang Tua

Cara beriman kepada Allah yang selanjutnya adalah dengan berbakti kepada kedua orang tua kita. Bagi Allah, amalan yang menjadi sebuah cara beriman kepada Allah yang sangat disukai adalah dengan berbakti kepada kedua orang tua kalian.

Ridho orang tua adalah ridho Allah juga, jadi kalian bisamendapatkan ridho dari Allah lewat berbakti kepada kedua orang tua. Memang sudah sepatutnya kita berbakti kepada kedua orang yang yang telah melahirkan dan membesarkan kita dengan keringat kerja keras dan keringat mereka.

Dari Abu Amr asy-Syaibani, namanya Sa’d bin Iyas berkata yang artinya sebagai berikut,

“Pemilik rumah ini telah menceritakan kepadaku (sambil menunjuk rumah milik Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu dengan tangannya), dia berkata, ‘Aku bertanya kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , ‘Amalan apakah yang paling dicintai Allâh?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Shalat pada waktunya.” Aku (Abdullah bin Mas’ud) mengatakan, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Berbakti kepada dua orang tua.” Aku bertanya lagi, ‘Lalu apa lagi?’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allâh.”

Dari sini bisa kita ketahui bahwa amalan yang paling dicintai Allah setelah sholat tepat waktu adalah berbakti kepada kedua orang tua kita, kemudian baru setelah itu Jihad di Jalan Allah. Dari sini kita bisa melihat betapa besarnya Allah memuliakan kedua orang tua kita.

Nah itulah beberapa contoh perilaku beriman kepada Allah yang bisa kalian terapkan dalam kehidupan sehari-hari mulai sekarang. Sekarang kalian jadi sudah cara beriman kepada Allah yang benar-benar bisa diterapkan bukan cuma diucapkan di lisan dan hati saja.

Baca Juga: Iman Kepada Malaikat.

 

Demikianlah informasi yang bisa mastekno sampaikan kepada kalian tentang pengertian iman kepada Allah beserta fungsi, contoh, dan cara beriman kepada Allah. Semoga informasi yang sudah kami sampaikan di atas bermanfaat dan menambah keimanan kita kepada Allah.

Sekian apa yang bisa kami sampaikan, jika ada kesalahan kata dan informasi yang kurang tepat dalam artikel ini mohon dimaafkan. Jika kalian masih bingung dan ada yang ingin ditanyakan, silahkan komen di bawah. Terima kasih.


Mochamad Alif Prayogo Pengin jadi orang kaya tapi belum tercapai, sudah berbagai usaha dilakukan tapi tidak konsisten, tolooong~