3 Cara Menghitung Pajak Youtuber dari Adsense Lengkap 2019

3 Cara Menghitung Pajak untuk Para Youtuber dari Adsense, Simak Sampai Habis!

3 cara menghitung pajak youtuber termudah 3 Cara Menghitung Pajak untuk Para Youtuber dari Adsense, Simak Sampai Habis!

Bukan cuma pegawai dan PNS saja yang harus membayar pajak, bahkan sekarang ini YouTuber juga harus membayar pajak. Berita ini tentunya sudah tidak asing lagi bagi kalian yang sudah masuk kedalam kategori generasi X. Hal ini tidaklah mengherankan, pasalnya bagi para orang tua dokter, tentara, polisi, pilot merupakan sebuah profesi idaman.

Sedangkan untuk para anak mudah jaman sekarang atau generasi Z, jenis profesi yang mereka idamkan berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi. Salah satu profesi yang paling banyak diinginkan oleh anak-anak sekarang adalah menjadi YouTuber.

Hal ini terbukti ketika Peringatan Hari Anak Nasional pada tahun 2017 kemarin, seorang siswa yang berasal dari SDN 36 Pekanbaru, Rafia Fadila yang mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan Joko Widodo. Saat itu Joko Widodo bertanya apa cita-citanya ketika sudah dewasa nanti. Dan Rafia dengan percaya diri menjawab bahwa dirinnya ingin menjadi seorang YouTuber.

Karena YouTuber ini sudah dihitung sebagai profesi, sama halnya seperti profesi yang lain, YouTuber juga akan dikenakan pajak oleh pemerintah. Terus bagaimana cara menghitung pajak Youtuber? Menurut Direktorat Pajak, ketentuan pajak bagi para pengguat media sosial seperti Facebook, Instagram sampai Youtube masing menggunakan UU PPh Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Namun bagaimanakah cara menghitungnya?.

 

3 Cara Menghitung Pajak Penghasilan YouTuber dari Adsense

Karena regulasi perpajakan yang masih tidak jelas terhadap youtuber, muncullah beberapa metode penghitungan PPh untuk para Youtuber. Berikut ini adalah 3 cara perhitungan pajak Youtuber.

 

#1. Berdasarkaan PER-17/PJ/2015

Perhitungan pajak untuk Youtuber bisa mengacu pada Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-17/PJ/2015 tentang Norma Penghitungan Penghasilan Neto. Penghasilan untuk para Youtuber bisa dimasukan kedalam dua pilihan menurut lampiran I dari peraturan Dirjen Pajak, yaitu:

  • Kegiatan Pekerjaan Seni, besaran norma yang dikenakan adalah 50%.
  • Pekerjaan yang mereka lakukan sebagai hiburan, seni, kreativitas yang lain, maka besaran norma yang dikenakan adalah 35%.

 

#2. Berdasarkan PPh Final

Selain dengan menggunakan metode pertama, perhitungan pajak untuk youtuber bisa dilakukan dengan menggunaan ketentuan dari perhitungan PPh final 0,5% yang merujuk pada Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia No. 23 Tahun 2018 mengenai Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diteriam atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu. Supaya kalian lebih mudah dipahami kalian, silahkan lihat contoh perhitungan pajak dari Youtuber Gita Savitri Devi berikut ini.

Berdasarkan dengan data yang didapat dari situs Socialblade, penghasilan dari Gita Savitri Devi adalah $380 – $6.200 setiap bulannya atau setara dengan Rp5,8 juta – Rp94 juta. Sedangkan untuk penghasilan selama satu tahunnya, Gita Savitri Devi ini bisa mendapatkan penghasilan $4.700 – $74.700 atau setara dengan Rp70 juta – Rp1,1 miliar.

Penghasilan Bruto x 0,5% = Iuran pajak setiap tahun

Rp1.1000.000 x 0,5% = Rp5.5000.000 (jumlah uang pajak yang harus di bayar oleh Gita Savitri Devi setiap tauhunnya).

Angka perhitungan penghasilan youtube di atas tidak bisa dijadikan sebagai patokan arena angka yang ada di situs Socialblade ini menggunakan algoritma secara universal. Yang berarti disini angka penghsilan dari para youtuber di samakan dengan semua youtuber di seluruh dunia. Padahal tarif atau penghasilan youtuber di tiap negara berbeda-beda.

 

#3. Berdasasrkan Pernghitungan Pajak (Pembukuan)

Selain mengggunakan kedua cara di atas, para youtuber juga bisa menggunakan cara perhitungan pajak secara umum. Namun disini para youtuber harus mengadakan pembukuan terlebih dahulu. Para youtuber harus menghitung semua biaya yang mereka keluarkan, mulai dari biaya produksi sampai dengan nilai dari ide yang mereka buat. Dan dalam kenyataannya, sangat sulit untuk menghitung nilai dari sebuah ide yang mereka punya.

Karena ada banyak metode penghitungan pajak youtuber ini, para youtuber merasa bahwa peraturan pajak yang harus mereka ikuti tidak jelas. Padahal jika peraturan pajak untuk para youtuber ini jelas, mereka tentu akan lebih patuh dalam membayar pajak. Jadi ujung-ujungnyaa, penerimaan negara dari pajak yang berasal dari para youtuber tidak bisa membantu meningkatkan penerimaan negara secara signifikan.

 

Youtuber Butuh Edukasi Pajak

Karena kurangnya sosialisasi untuk para youtuber, para youtuber atau influencer di sosial media masih belum banyak yang melek pajak atau tahu akan pajak. Sejak tahun 2013, pemerintah lewat Ditjen Pajak sebenarnya sudah menjanjikan sebuah cara penghitungan pajak untuk para youtuber dan para influencer yang tepat.

Ketentuan yang sudah ada sekarang ini dirasa masih belum cukup untuk mengatur pajak penghasilan untuuk para pekerja seni di dunia maya. Hal ini juga termasuk dalam segi pengawasannya. Meskipun begitu, sudah banyak youtuber indonesia yang mulai patuh dalam membayar pajak seperti Ria Ricis, Kevin Hendrawan, Rachel Goddard dan sebagainya. Namun meskipun begitu mereka masih tetap membutuhkan sosialisasi tentang pajak Youtuber.

Menurut Direktur Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo, permasalahan perpajakan youtuber dan influencer yang ada di indonesia ini terletak pada edukasinya yang kurang. Oleh karena itu, menurutnya tidak ada salahnya jika Ditjen Pajak membuat aplikasi atau perangkat yang dapat memudahkan mereka para youtuber dan influencer menjadi lebih mudah menghitung pajak mereka.

Nah, itulah sedikit informasi yang bisa bropulsa sampaikan kepada kaliang tentang beberapa cara perhtingan pajak youtuber yang mungkin bisa kalian gunakan. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat dan bisa membantu kalian untuk menghitung pajak youtuber atau pajak kalian sendiri yang memang penghasilan utamanya berasal dari YouTube. Jika ada pertanyaan atau mungkin kalian memiliki cara menghitung pajak youtuber yang lain, silahkan tambahkan di kolom komentar.

Share Yuk


Isi Pulsa, Token Listrik dan Voucher Game

3 Cara Mengecek Saldo Bank BNI lewat ATM, SMS dan IBangking, Mudah Banget!

3 cara cek saldo bni terlengkap dan berhasil 3 Cara Mengecek Saldo Bank BNI lewat ATM, SMS dan IBangking, Mudah Banget!

Bukan cuma pegawai dan PNS saja yang harus membayar pajak, bahkan sekarang ini YouTuber juga harus membayar pajak. Berita ini tentunya sudah tidak asing lagi bagi kalian yang sudah masuk kedalam kategori generasi X. Hal ini tidaklah mengherankan, pasalnya bagi para orang tua dokter, tentara, polisi, pilot merupakan sebuah profesi idaman.

Sedangkan untuk para anak mudah jaman sekarang atau generasi Z, jenis profesi yang mereka idamkan berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi. Salah satu profesi yang paling banyak diinginkan oleh anak-anak sekarang adalah menjadi YouTuber.

Hal ini terbukti ketika Peringatan Hari Anak Nasional pada tahun 2017 kemarin, seorang siswa yang berasal dari SDN 36 Pekanbaru, Rafia Fadila yang mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan Joko Widodo. Saat itu Joko Widodo bertanya apa cita-citanya ketika sudah dewasa nanti. Dan Rafia dengan percaya diri menjawab bahwa dirinnya ingin menjadi seorang YouTuber.

Karena YouTuber ini sudah dihitung sebagai profesi, sama halnya seperti profesi yang lain, YouTuber juga akan dikenakan pajak oleh pemerintah. Terus bagaimana cara menghitung pajak Youtuber? Menurut Direktorat Pajak, ketentuan pajak bagi para pengguat media sosial seperti Facebook, Instagram sampai Youtube masing menggunakan UU PPh Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Namun bagaimanakah cara menghitungnya?.

 

3 Cara Menghitung Pajak Penghasilan YouTuber dari Adsense

Karena regulasi perpajakan yang masih tidak jelas terhadap youtuber, muncullah beberapa metode penghitungan PPh untuk para Youtuber. Berikut ini adalah 3 cara perhitungan pajak Youtuber.

 

#1. Berdasarkaan PER-17/PJ/2015

Perhitungan pajak untuk Youtuber bisa mengacu pada Peraturan Dirjen Pajak Nomor PER-17/PJ/2015 tentang Norma Penghitungan Penghasilan Neto. Penghasilan untuk para Youtuber bisa dimasukan kedalam dua pilihan menurut lampiran I dari peraturan Dirjen Pajak, yaitu:

  • Kegiatan Pekerjaan Seni, besaran norma yang dikenakan adalah 50%.
  • Pekerjaan yang mereka lakukan sebagai hiburan, seni, kreativitas yang lain, maka besaran norma yang dikenakan adalah 35%.

 

#2. Berdasarkan PPh Final

Selain dengan menggunakan metode pertama, perhitungan pajak untuk youtuber bisa dilakukan dengan menggunaan ketentuan dari perhitungan PPh final 0,5% yang merujuk pada Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia No. 23 Tahun 2018 mengenai Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha yang Diteriam atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu. Supaya kalian lebih mudah dipahami kalian, silahkan lihat contoh perhitungan pajak dari Youtuber Gita Savitri Devi berikut ini.

Berdasarkan dengan data yang didapat dari situs Socialblade, penghasilan dari Gita Savitri Devi adalah $380 – $6.200 setiap bulannya atau setara dengan Rp5,8 juta – Rp94 juta. Sedangkan untuk penghasilan selama satu tahunnya, Gita Savitri Devi ini bisa mendapatkan penghasilan $4.700 – $74.700 atau setara dengan Rp70 juta – Rp1,1 miliar.

Penghasilan Bruto x 0,5% = Iuran pajak setiap tahun

Rp1.1000.000 x 0,5% = Rp5.5000.000 (jumlah uang pajak yang harus di bayar oleh Gita Savitri Devi setiap tauhunnya).

Angka perhitungan penghasilan youtube di atas tidak bisa dijadikan sebagai patokan arena angka yang ada di situs Socialblade ini menggunakan algoritma secara universal. Yang berarti disini angka penghsilan dari para youtuber di samakan dengan semua youtuber di seluruh dunia. Padahal tarif atau penghasilan youtuber di tiap negara berbeda-beda.

 

#3. Berdasasrkan Pernghitungan Pajak (Pembukuan)

Selain mengggunakan kedua cara di atas, para youtuber juga bisa menggunakan cara perhitungan pajak secara umum. Namun disini para youtuber harus mengadakan pembukuan terlebih dahulu. Para youtuber harus menghitung semua biaya yang mereka keluarkan, mulai dari biaya produksi sampai dengan nilai dari ide yang mereka buat. Dan dalam kenyataannya, sangat sulit untuk menghitung nilai dari sebuah ide yang mereka punya.

Karena ada banyak metode penghitungan pajak youtuber ini, para youtuber merasa bahwa peraturan pajak yang harus mereka ikuti tidak jelas. Padahal jika peraturan pajak untuk para youtuber ini jelas, mereka tentu akan lebih patuh dalam membayar pajak. Jadi ujung-ujungnyaa, penerimaan negara dari pajak yang berasal dari para youtuber tidak bisa membantu meningkatkan penerimaan negara secara signifikan.

 

Youtuber Butuh Edukasi Pajak

Karena kurangnya sosialisasi untuk para youtuber, para youtuber atau influencer di sosial media masih belum banyak yang melek pajak atau tahu akan pajak. Sejak tahun 2013, pemerintah lewat Ditjen Pajak sebenarnya sudah menjanjikan sebuah cara penghitungan pajak untuk para youtuber dan para influencer yang tepat.

Ketentuan yang sudah ada sekarang ini dirasa masih belum cukup untuk mengatur pajak penghasilan untuuk para pekerja seni di dunia maya. Hal ini juga termasuk dalam segi pengawasannya. Meskipun begitu, sudah banyak youtuber indonesia yang mulai patuh dalam membayar pajak seperti Ria Ricis, Kevin Hendrawan, Rachel Goddard dan sebagainya. Namun meskipun begitu mereka masih tetap membutuhkan sosialisasi tentang pajak Youtuber.

Menurut Direktur Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo, permasalahan perpajakan youtuber dan influencer yang ada di indonesia ini terletak pada edukasinya yang kurang. Oleh karena itu, menurutnya tidak ada salahnya jika Ditjen Pajak membuat aplikasi atau perangkat yang dapat memudahkan mereka para youtuber dan influencer menjadi lebih mudah menghitung pajak mereka.

Nah, itulah sedikit informasi yang bisa bropulsa sampaikan kepada kaliang tentang beberapa cara perhtingan pajak youtuber yang mungkin bisa kalian gunakan. Semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat dan bisa membantu kalian untuk menghitung pajak youtuber atau pajak kalian sendiri yang memang penghasilan utamanya berasal dari YouTube. Jika ada pertanyaan atau mungkin kalian memiliki cara menghitung pajak youtuber yang lain, silahkan tambahkan di kolom komentar.

Share Yuk


Isi Pulsa, Token Listrik dan Voucher Game